Pengenalan terhadap Synthetic Aperture Radar (SAR)

Sry Handini Puteri
6 min readFeb 28, 2020

Pembahasan mengenai teknologi Radar dalam Bahasa Indonesia masih cukup terbatas. Setelah melakukan banyak penelusuran di internet, beberapa ulasan mengenai Radar biasanya terfokus pada implementasi Radar, namun konsep dasar mengenai Radar sendiri tidak cukup ditekankan. Oleh karena itu, tulisan ini berupaya untuk membahas konsep dasar dari teknologi Radar dan teknologi yang berkaitan.

Sebelum kita masuk ke definisi SAR, mari kita mulai dengan mengenali konsep Radar terlebih dahulu. Radar adalah akronim dari radio detection and ranging. Radar adalah sebuah alat yang sistemnya mengeluarkan atau memancarkan gelombang spektrum elektromagnetik dengan panjang gelombang dari 1 mm hingga 1 meter. Pantulan ini dapat dimanfaatkan untuk mendiskriminasi objek yang ada di permukaan bumi. Gelombang dipancarkan dan dipantulkan kembali ke sensor.

Selanjutnya, apa itu Synthetic Aperture Radar (SAR)? SAR adalah salah satu sistem Radar yang dikembangkan untuk melengkapi kekurangan dari Real Aperture Radar (RAR). SAR menggunakan cara side looking Radar system yang mensimulasikan antena dan apertur yang cukup besar dan hal ini dapat memproduksi citra penginderaan jauh dengan resolusi yang tinggi. Tulisan ini akan fokus terhadap kegunaan yang didapatkan melalui citra SAR.

Ada beberapa kelemahan dalam penginderaan jauh, salah satunya adalah ketidakmampuan kita menginterpretasi citra yang tertutup awan. Pernyataan ini berlaku jika objek analisis kita terletak di bawah tutupan awan. Halangan ini mengurangi kualitas data citra yang kita miliki dan mengurangi informasi yang dapat kita ekstrak dari citra tersebut. Selain itu, citra pada visible band biasanya bergantung pada satelit pasif yang tidak dapat merekam di malam hari, pada saat terjadi badai hebat, ataupun pada area hutan dengan densitas yang tinggi.

Oleh karena itu, teknologi Synthetic Aperture Radar (SAR) dapat mengatasi beberapa kekurangan ini. Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh Synthetic Aperture Radar (SAR) adalah kemampuannya untuk merekam informasi di permukaan bumi pada saat siang maupun malam, dapat merekam pada kondisi cuaca apapun dan dapat menembus kanopi vegetasi yang sangat rapat.

Gambar 1. Perbedaan Citra Optikal (Kiri) dan Radar (Kanan) ; Image Credit : Michigan Tech Volcanology

Mengapa SAR dapat memiliki kelebihan ini? Berbeda dengan kemampuan citra yang biasanya didapatkan dengan…

--

--

Sry Handini Puteri

Personal learning space ; A Geoenthusiast ; Interested in Disaster Risk Management